MENGIDENTIFIKASI HIGH RISK ACTIVITY DI AREA PERTAMBANGAN
Pertambangan merupakan industri dengan tingkat risiko tinggi. Aktivitas seperti peledakan, pengoperasian alat berat, pekerjaan di ketinggian, hingga kondisi geoteknik yang dinamis menyimpan potensi bahaya serius.
Karena itu, kemampuan mengidentifikasi High Risk Activity (HRA) menjadi fondasi penting dalam sistem keselamatan tambang. Tanpa identifikasi yang tepat, risiko besar bisa tersembunyi dalam pekerjaan yang dianggap rutin.

Apa Itu High Risk Activity?
High Risk Activity adalah pekerjaan yang memiliki:
- Potensi cedera serius atau fatality
- Dampak besar terhadap lingkungan
- Kerugian finansial signifikan
- Gangguan operasional jangka panjang
Contoh HRA di pertambangan antara lain:
- Blasting
- Operasi alat berat
- Pekerjaan di lereng tidak stabil
- Confined space
- Pekerjaan di ketinggian
- Kelistrikan tegangan tinggi
Mengapa Identifikasi HRA Penting?
Banyak kecelakaan fatal terjadi bukan karena pekerjaan langka, tetapi karena aktivitas rutin yang risikonya diremehkan.
Pendekatan berbasis risiko (risk-based approach) yang direkomendasikan oleh organisasi seperti International Labour Organization dan International Council on Mining and Metals menekankan pentingnya pengendalian risiko sebelum insiden terjadi.
Dengan identifikasi HRA yang sistematis, perusahaan dapat:
- Menentukan critical control
- Menyusun SOP khusus
- Menerapkan permit to work
- Memperkuat pengawasan
- Mengurangi potensi fatal accident
Langkah Sistematis Mengidentifikasi HRA
- Hazard Identification, Dilakukan melalui observasi lapangan, toolbox meeting, evaluasi data kecelakaan, audit internal, dan review prosedur kerja.
- Risk Assessment, Menilai likelihood dan severity untuk menetukan kategori risiko tinggi atau ekstrem.
- Penetapan Critical Control, Menentukan pengendalian utama seperti sistem interlock, monitoring lereng, prosedur blasting clearance, fall protection, atau gas monitoring.
- Permit to Work, Artivitas berisiko tinggi wajib melalui sistem izin kerja resmi sebelum dilaksanakan.
- Monitoring dan Evaluasi, Daftar HRA harus ditinjau berkala karena kondisi tambang selalu berubah.
Penguatan Kompetensi Jadi Kunci
Keberhasilan pengelolaan High Risk Activity sangat bergantung pada kemampuan Pengawas Operasional, tim K3, manajer produksi, hingga auditor internal dalam melakukan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko secara tepat.
Mengikuti pelatihan berbasis praktik industri menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi tersebut. Bagi perusahaan maupun profesional yang ingin meningkatkan pemahaman manajemen risiko pertambangan, program pelatihan dari infotrainingjogja.com dapat menjadi pilihan relevan, dengan materi aplikatif dan sesuai regulasi terbaru.